Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Februari 2010

Di bawah ini adalah sepuluh tips yang dapat Anda gunakan untuk menghemat pemakaian energi pada pc dan laptop.

1. Atur pencahayaan dan kontras monitor
Mungkin bagi orang yang awam atau pemula dalam menggunakan komputer, mereka jarang sekali memperhatikan pengaturan monitor mereka. Yang dimaksud dalam hal ini adalah tingkat pencahayaan dan kontras yang diatur terlalu tinggi akan bisa menghabiskan banyak energi. Maka untuk itu anda harus bisa mengatur pencahayaan dan kontras tersebut, untuk mengatur pencahayaan dan kontras monitor tersebut gunakan tombol yang berada di bawah monitor.

2. Matikan monitor
Tips yang ke-dua adalah dengan mematikan monitor, terutama monitor yang jenisnya adalah jenis CRT (Cathode Ray Tubel), karena monitor jenis tersebut lebih banyak mengkonsumsi tenaga listrik. Jadi, jika anda ingin meninggalkan PC tersebut dalam waktu yang lama, sebaiknya matikan monitor anda.
Anda juga dapat menyetting Windows agar secara otomatis langsung mati dalam beberapa waktu tertentu, itu bisa dilakukan dengan cara, klik “Control Panel-Options”. Dalam “Power Options Properties” klik tab “Power Schemes”. Lalu klik tanda panah di bagian “Power Schemes” lalu pilih “Home/Office desk”. Lalu pilih waktu yang diinginkan pada “Turn Off Monitor” dan klik “Apply” dan “OK”.

3. Matikan Hard disk
Meskipun kita tidak sedang melakukan apa pun pada komputer kita, tapi data anda akan selalu dibaca dari hard disk (oleh sistem operasi dan beberapa aplikasi). Karena alasan ini, hard disk hard disk akan terus menerus berputar dan tentu saja ini akan menghabiskan energi. Jika anda ingin meninggalkan PC anda dalam waktu yang lama, maka sebaiknya matikan hard disk PC anda. Pada “Power Options Properties” lalu klik tab “Power Schmes”. Klik tanda panah di bagian “Power Schemes” dan pilih “Home/Off desk”. Kemudian klik “Turn off hard disk” dan pilih waktunya. Lalu klik “Apply” dan “Ok”.

4. Matikan peralatan lainnya
Matikanlah peralatan lainnya seperti, speaker, modem eksternal, scanner, Zip drive dan printer. Karena peralatan itu sangat menghabiskan banyak energi. Seringkali orang meninggalkan peralatan tersebut dalam keadaan aktif, bahkan saat kita sedang keluar dalam waktu yang lama.

5. Mode Hibernate
Mode hibernate ini adalah fasilitas untuk melakukan shut down, tapi tidak menutup atau mematikan aplikasi yang sedang kita buka tadi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara Mode “Hibernate”. Dengan mode ini, isi memory utama (RAM) akan tersimpan dalam hard disk. Cara melakukan mode hibernate adalah sebagai berikut, pada “Power Options” kliklah tab “Hibernate”. Lalu klik kotak dekat “Enable Hibernation”. Klik juga pada tab “Advanced”. Dalam bagian “When I Press the power button” lalu klik tanda panahnya kemudian klik “Hibernate”. Klik “Apply” dan “Ok”. Setelah itu tekan tombol “Power” pada komputer anda. Mode hibernate sudah berfungsi, tekan tombol “Power” sekali lagi, komputer anda akan menyala dan akan otomatis membuka aplikasi yang telah anda buka tadi.

6. Mode Standby
Agar bisa menghemat energi, sebaiknya pengaturan monitor dan hard disk berada di bagian yang paling rendah pada mode standby. Jika anda ingin meninggalkan PC sebentar, sebaiknya aktifkan mode standby. Namun yang harus anda ketahui adalah, saat mode standby aktif data-data yang belum anda simpan dapat rusak atau hilang kalau PC anda mengalami kerusakan. Sebaiknya simpan dahulu data atau dokumen anda sebelum anda mengaktifkan mode standby ini. Mode standby dapat dilakukan dengan cara, klik “Start-Turn Off computer” lalu klik “Stanby”.

7. Gunakanlah UPS
Gunakanlah selalu alat UPS, karena alat ini bisa membantu penyelamatan data atau shut down saat terjadi mati listrik. Untuk mengatur peralatan UPS dan mengkonfigurasikan alat tersebut “Power Option Properties” lalu pilih tab UPS. Bagian status dalam tab UPS menampilkan perkiraan jumlah menit yang dapat didukung UPS terhadap PC anda. Sebenarnya banyak cara untuk mengkonfigurasikan UPS, namun hal ini tergantung dari model dan kapasitas UPS yang digunakan.

8. Baterai Laptop
Jika anda men-charge baterai laptop, pastikan proses charge-nya selesai. Karena proses charge yang dilakukan setengah-setengah lalu dilanjutkan kembali, itu malah akan menghabiskan banyak energi. Jika anda ingin berpergian, sebaiknya bawa selalu baterai tambaha. Untuk menghemat pemakaian baterai. Anda bisa memanfaatkan feature Hibernate/Suspended atau gunakan soket listrik yang dihubungkan ke stopkontak.

9. Port USB
Jika saat anda menggunaka laptop dan saat itu anda memasukkan salah satu ke port USB di laptop, sebaiknya kalau sudah selesai langsung dilepaskan saja. Karena peralatan yang masih tertancap di port USB, itu juga dapat menghabiskan tenaga pada PC atau laptop anda. Sebaiknya lepaskan alat tersebut bila pemakainnya dirasa sudah cukup.

10. Skema Pemakaian Energi Laptop
Biasanya produsen-produsen laptop juga menyertakan feature dan software power management. Software ini sangat berguna sekali bagi para konsumen laptop, karena software ini mampu mengatur pemakaian baterai dan daya listrik yang sedang digunakan. Di software ini ada beberapa pilihan yang dapat digunakan untuk mengetahui beban hard disk dan energi lain yang sedang digunakan oleh laptop. Di antaranya mengetahui kecepatan prosessor atau pencahayaan monitor yang tepat untuk dapat menghemat baterai. Software ini sekaligus dapat menjadi pengawas bagi kita dalam menggunakan laptop

macam macam power connector pada computer atau pc




1. 20/24 Pin Power Connector.

ini adalah connector yang menghubungkan antara PSU dengan motherboard. Connector ini bisa dilepas lagi pada bagian 4 connector terakhir untuk motherboard yang mengggunakn 20 pin. Jadi Connector ini mempunyai 2 kelebihan, bisa pada m otherboard yang membutuhkan 20 pin atau 24 pin. Sebenarnya Power connector ini lebih dominan dimiliki pada form factor ATX. Sedangkan untuk form factor AT yang merupakan PSU PC dahulu memiliki power connector berjumlah 12 pin. Tetapi sekarang sudah jarang PC yang menggunakan PSU jenis AT.





2. 4 Pin AUX Power Connector.images

Konektor 4 pin ini merupakan konektor power tambahan bagi processor dan motherboard. Dan jenis ini banyak ditemukan pada komputer-komputer yang baru atau yang procesornya diatas Pentium 4 yang versi baru.





3. MOLEX Power Connector.

Molex_female_connectorMOLEX merupakan konektor power yang bisa dibilang serba guna. Karena konektor ini konektor yang paling banyak digunakan. Seperti Harddisk, Optical Drive, kipas tambahan, dll



.



4. BERG Power Connector.psuguidefloppy

Konektor ini sekarang mulai ditinggal orang. Karena konektor ini merupakan power konektor bagi Floppy Drive. Sekarang Floppy Drive jarang digunakan karena data yang bisa ditampung sedikit. Konektor ini merupakan kembaran dari MOLEX.





5. SATA Device Power Connector.

sata15pinJika anda memiliki harddisk atau dvd-drive yang berjenis SATA , maka anda harus memiliki power konektor ini. Sebab, PSU belum menyediakan konnektor power SATA secara langsung. Konektor ini sebenarnya disambung dengan power konektor MOLEX.







6. 3 Pin Fan Power Connector.Untitled-2

Kipas processor pun punya konektor power tersendiri. Konektor tersebut berjumlah 3. Yang dihubungkan ke motherboard. Salah satu dari pin tersebut digunakan untuk mengetahui jumlah putaran kipas processor. Yang nantinya bisa diat ur pada BIOS.

Senin, 22 Februari 2010

Tips Memilih Flash Disk

Bagi kamu yang ingin membeli sebuah flash disk tentunya tidak ada salahnya mengetahui cara benar memilih flash disk. Berikut ini akan dijabarkan tips jitu dalam memilih flash disk yang tepat dan benar.

Dukungan software
Kamu dapat memilih flashdisk yang memiliki chip pengontrol di setiap unitnya. Chip pengontrol ini akan memudahkan kamu untuk meng-install USB flash disk dengan berbagai macam software portabel, seperti: Security Software, Partition Software, File Synchronization, dan lain-lain. Security Software sangat penting dalam memastikan data sensitive kamu tidak jatuh ke tangan orang tak berwenang. kamu dapat memilih flashdisk yang kompatible dengan beberapa system operasi, tanpa harus menggunakan driver atau tidak tergantung dengan driver tertentu.

Perhatikan kecepatan transfer data
Faktanya, kecepatan transfer data dari USB 2.0 berkisar antara 14 Mb/s hingga 24 Mb/s, namun kecepatan tersebut akan menurun jika menggunakan kabel USB atau USB hub. Walaupun USB 2.0 memiliki kecepatan lebih baik dari USB 1.1, dengan kecepatan 1.5 Mb/s.

Perhatikan desain dan kelengkapannya
Tidak hanya desain dan model fisik flashdisk yang sesuai dengan selera kamu, namun yang harus diperhatikan juga adalah kelengkapan produknya, seperti tali gantungan, tutup casing flashdisk, paket CD driver, fasilitas anti air, pengunci manual di luar casing, kabel USB, dan aksesoris lainnya.

Perhatikan kapasitas flashdisk
Kamudapat membeli flashdisk, tentunya yang sesuai kebutuhan dan tidak sampai kurang sehingga kamu harus membeli lagi, misalnya kapasitas ideal 2GB, dan sesuai dengan budget kamu.

Perhatikan garansi
Garansi sebisa mungkin life time, namun pemakaian rata-rata flashdisk pada umumnya hanya sekitar 2 hingga 3 tahun, bisa karena bosan memakainya atau mungkin kamu membutuhkan kapasitas yang lebih besar. Hal inilah yang menjadi dasar anggapan bagi sebagian orang bahwa masa garansi cukup hanya 2 hingga 3 tahun.

Perhatikan informasi manufaktur dan distributor
Pilihlah flashdisk yang handal dan memiliki service center yang jelas. Kamu harus memastikan kebenaran informasi mengenai produsen dan distributornya, dan cara menghubungi mereka. Hal ini berguna jika kamu misalnya mengalami masalah dengan flashdisk, atau klaim garansi, ketika outlet tempat kamu membeli flashdisk tidak bersedia melayani klaim kamu.

LANGKAH LANHKAH PEMBUATAN ANTENA WAJAN BOLIG

Membuat flashdisk menjadi bootable

Banyak sekali cara untuk menjadikan flashdisk anda menjadi bootable, hal ini saya tulis di blog ini karena pengalaman kemarin sewaktu saya berada di Semarang saat ada acara opening service center baru disana, dengan kondisi kantor baru tentu saja belum semua tools tersedia lengkap. Dan waktu itu harus mengupdate bios netbook sekitar 20 unit.

Netbook memang berbeda dengan notebook, biasanya netbook tidak dilengkapi dengan ODD (Optical Disk Drive), sehingga kalau untuk keperluan install software atau update bios kita memerlukan perangkat lain seperti eksternal ODD.

Sedangkan kemarin tidak tersedia eksternal ODD, yang ada cuma sebuah flashdisk. Jadi jalan satu-satunya adalah membuat flashdisk tersebut bootable serta mengcopy file biosnya ke dalam flashdisk.

Untuk membuat bootable flashdisk secara sederhana bisa dipakai cara sebagai berikut, utilitis yang saya pakai adalah dari HP, yang disebut dengan HP Windows Format Utility for USB Drive Key, bisa di download disini. Kemudian kita juga memerlukan Windows 98 files, bisa di download disini.

Kemudian extractlah kedua file tersebut dan install program HP windows format utility tadi, sambungkan USB flashdisk yang akan digunakan untuk bootable kekomputer dan jalankan program tersebut, tampilan programnya seperti dibawah ini.

hp-225x300

Di bagian DEVICE , pilih FlashDisk yang tadi sudah disambungkan ke PC.

Bagian File System , pilih FAT 32

Untuk Volume Label , silahkan isi dengan apa saja

nah di bagian Format Options , click options yang Create a DOS Startup Disk lalu pilih yang Using DOS system files located at : , click button … dan browse ke folder WIN98 hasil extract tadi.

Selesai dan flashdisk anda bisa digunakan untuk bootable disk.

Jumat, 19 Februari 2010

Sejarah Jaringan

Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian.

Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. (Lihat Gambar 1.)

Tips-Tips Perawatan Komputer

Ada beberapa tips yeng perlu diperhatikan sehubungan dengan penggunaan komputer agar lebih aman dan awet diantaranya adalah :
1. Sediakan UPS, Sering kali tegangan listrik turun-naik atau bahkan mati tiba-tiba akan berdampak kurang baik pada PC , terutama PC yang sudah lama, akan mengakibatkan rusaknya Power Supply, rusaknya Hardisk, bahkan Morherboard.
Terutama hardisk, hardisk perlu kesetabilan saat bekerja, bila tiba-tiba listrik mati terjadilah kejutan yang bisa menyebabkan tergoresnya track tecordingnya maka timbulah bad sector, bad sector hanya bisa dilihat jika kita check lewat scandisk. bad sector tidak bisa di isi file untuk operasional system maupun menyimpan data, sehingga akan mengurangi kapasitas hardisk itu sendiri. Karena itu di usahakan agar disediakan UPS atau External battery sebagai pengaman bila terjadi mati lampu maka komputer tetap hidup untuk beberapa waktu, sehingga masih ada kesempatan untuk mematikan komputer sesuai prosedur.
2. Stavolt, Untuk UPS yang sudah termasuk stavolt (penstabil naik-turun tegangan) tidak bermasalah, tetapi yang tidak termasuk stavolt di dalamnya maka lebih baik disediakan stavolt tambahan sebagai stabilizer, sehingga walau tegangan listrik naik-turun pun, tidak mengganggu keamanan komputer sendiri.
3. Bersihkan dari debu, biasanya CPU tower di taruh di samping meja user, di letakan dilantai sehingga kemungkinan masuknya debu kedalam CPU besar sekali, Debu sebagai penghantar panas, sehingga apa bila komponen CPU , misalnya Prosesor, walau tersembunyi debu bisa masuk juga, memori/ RAM sering kali kena debu, dan kerja komputer jadi ngadat, hang atau bahkan komputer tidak bisa dinyalakan timbul suara beep…. maka check dan segera bersihkan lah kompenen tersebut , pasang kembali dan nyalakan.
4. Hindari kena Air, tidak menutup kemungkinan keyboard tersiram air minum. Pernah kejadian keyboard saya kena air tanpa sengaja, akhirnya terjadilah konseleting pada lempegan di dalam keyboard , walau sudah dibersihkan dan dijemur sekalipun tidak bisa diperbaiki, sehingga perlu ganti baru.
5. Voltase, Untuk di Indonesia voltase memakai 220 volt, tapi untuk komputer produk Jepang masih 110 volt, sehingga bila menyalakan komputer produk Jepang, jangan lupa sediakan adapter untuk menurunkan voltase dari 220 ke110 volt. kalau tidak wah….kebakar pasti!…
6. Sengatan petir, untuk daerah rawan petir, terutama jaringan komputer yang terhubung menara yang tidak dilengkapi penangkal petir, berbahaya bila terkena petir akan merembet keseluruh jaringan. karena itu sediakan penangkal petir lebih baik.
7. Jauhkan dari medan magnetik, medan magnetik bisa mengganggu performa CPU juga monitor.
8. Demi keamanan data serta system komputer, Pasrikan sudah ada Antivirus dan selalu di update.
9. Pastikan pula ada program utilities tambahan untuk menghapus sisa registry dan sampah dari internet(cokies)

Kamis, 18 Februari 2010

Konfigurasi Jaringan secara Manual

Memuat modul jaringan yang tepat

Sewaktu CD Instalasi boot, seluruh hardware anda akan dikenali dan modul-modul kernel yang diperlukan untuk mendukung hardware anda akan dimuat. Pada kebanyakan kasus, proses ini berjalan lancar. Tetapi, pada beberapa kasus lain, CD Instalasi mungkin gagal memuat modul kernel yang anda perlukan.

Jika net-setup atau ppoe-setup gagal, mungkin kartu jaringan anda tidak ditemukan secara otomatis. Ini berarti anda harus memuat modul kernel tersebut secara manual.

Untuk mengetahui modul kernel apa saja yang kami sediakan untuk jaringan, gunakan perintah berikut:

Daftar Kode 3.1: Memeriksa modul yang tersedia

# ls /lib/modules/`uname -r`/kernel/drivers/net

Jika anda menemukan driver untuk kartu jaringan anda, gunakan perintah modprobe untuk memuat modul tersebut:

Daftar Kode 3.2: Menggunakan modprobe untuk memuat modul kernel

(Sebagai contoh, kita akan memuat modul pcnet32)
# modprobe pcnet32

Gunakan ifconfig untuk memeriksa apakah kartu jaringan anda telah ditemukan. Contoh output jika kartu jaringan telah dikenali adalah sebagai berikut:

Daftar Kode 3.3: Pemeriksaan kartu jaringan, sukses

# ifconfig eth0
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr FE:FD:00:00:00:00
BROADCAST NOARP MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:0 (0.0 b) TX bytes:0 (0.0 b)

Tetapi, jika anda mendapatkan error berikut, artinya kartu jaringan anda belum dikenali:

Daftar Kode 3.4: Pemeriksaan kartu jaringan, gagal

# ifconfig eth0
eth0: error fetching interface information: Device not found

Jika anda memiliki beberapa kartu jaringan di komputer anda, kartu-kartu tersebut akan dinamai eth0, eth1, dll. Pastikan kartu jaringan yang ingin anda gunakan berfungsi baik dan jangan lupa menggunakan nama yang tepat di seluruh dokumen ini. Kami menganggap anda menggunakan eth0.

Anggap anda kartu jaringan anda sudah dikenali, anda sekarang dapat mencoba lagi net-setup atau adsl-setup (yang harusnya sukses sekarang), tetapi untuk para hardcore, kami akan menjelaskan cara mengkonfigurasi jaringan anda secara manual.

Pilih salah satu topik berikut yang sesuai dengan konfigurasi jaringan anda:

Menggunakan DHCP

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) memungkinkan anda untuk menerima informasi jaringan (alamat IP, netmask, alamat broadcast, gateway, nameserver, dll.) secara otomatis. Cara ini hanya dapat berfungsi jika anda memiliki server DHCP di jaringan anda (atau jika provider anda menyediakan layanan DHCP). Untuk menggunakan DHCP untuk menerima informasi ini secara otomatis, gunakan dhcpcd:

Daftar Kode 3.5: Menggunakan dhcpcd

# dhcpcd eth0
(Sebagian admin jaringan mengharuskan anda menggunakan)
(hostname dan domainname yang disediakan oleh server DHCP)
(Dalam kasus ini, gunakan)
# dhcpcd -HD eth0

Jika berhasil (coba ping beberapa server internet, mis. Google), berarti anda sudah siap untuk melanjutkan. Lewati sisa dari seksi ini dan lanjutkan dengan Mempersiapkan Disk.

Mempersiapkan akses wireless

Catatan: Dukungan untuk perintah iwconfig hanya tersedia pada CD Instalasi x86, amd64 dan ppc. Anda tetap dapat memfungsikan ekstensinya dengan mengikuti petunjuk dari proyek linux-wlan-ng.

Jika anda menggunakan kartu wireless (802.11), anda mungkin perlu mengkonfigurasi wireless anda sebelum melanjutkan. Untuk melihat pengaturan wireless pada kartu anda saat ini, anda dapat menggunakan perintah iwconfig. Output dari iwconfig mungkin seperti berikut:

Daftar Kode 3.6: Melihat pengaturan wireless saat ini

# iwconfig eth0
eth0 IEEE 802.11-DS ESSID:"GentooNode"
Mode:Managed Frequency:2.442GHz Access Point: 00:09:5B:11:CC:F2
Bit Rate:11Mb/s Tx-Power=20 dBm Sensitivity=0/65535
Retry limit:16 RTS thr:off Fragment thr:off
Power Management:off
Link Quality:25/10 Signal level:-51 dBm Noise level:-102 dBm
Rx invalid nwid:5901 Rx invalid crypt:0 Rx invalid frag:0 Tx
excessive retries:237 Invalid misc:350282 Missed beacon:84

Catatan: Beberapa kartu wireless mungkin memiliki nama perangkat wlan0 atau ra0, bukan eth0. Jalankan iwconfig tanpa parameter apapun untuk mengetauhi nama perangkat yang digunakan.

Untuk kebanyakan pengguna, hanya ada dua pengaturan yang harus diganti, yaitu ESSID (atau nama jaringan wireless) atau kunci WEP. Jika ESSID dan alamat titik akses yang ditampilkan adalah titik akses anda dan anda tidak menggunakan WEP, maka koneksi wireless anda sudah berfungsi. Jika anda perlu mengubah ESSID atau menambahkan sebuah kunci WEP, anda dapat menjalankan perintah berikut:

Daftar Kode 3.7: Mengubah ESSID dan/atau menambah kunci WEP

(Perintah ini menetapkan "GentooNode" sebagai nama jaringan)
# iwconfig eth0 essid GentooNode

(Perintah ini mengatur kunci hex WEP)
# iwconfig eth0 key 1234123412341234abcd

(Perintah ini mengatur kunci ASCII - tambahkan awalan "s:")
# iwconfig eth0 key s:password-anda

Anda kemudian dapat memastikan pengaturan wireless anda lagi dengan menjalankan iwconfig. Setelah koneksi wireless anda berfungsi, anda dapat melanjutkan dengan mengkonfigurasi opsi-opsi jaringan setingkat IP seperti yang dijelaskan pada bagian selanjutnya (Mengerti terminologi jaringan) atau menggunakan utilitas net-setup seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Mengerti terminologi jaringan

Catatan: Jika anda sudah mengetahui apa itu alamat IP, alamat broadcast, netmask dan nameserver, maka anda dapat melewati seksi ini dan lanjutkan dengan Menggunakan ifconfig dan route.

Jika semua cara di atas gagal, anda harus mengkonfigurasi jaringan anda secara manual. Jangan khawatir, cara ini sama sekali tidak sulit. Bagaimanapun juga, anda perlu mengerti beberapa terminologi jaringan, karena anda akan membutuhkannya untuk mengkonfigurasi jaringan anda sesuai dengan kebutuhan anda. Setelah anda selesai membaca bagian ini, anda akan mengetahui arti dari gateway, fungsi dari netmask, bagaimana cara menulis alamat broadcast, dan mengapa anda memerlukan nameserver.

Di dalam jaringan, sebuah komputer dikenal melalui alamat IP (Internet Protocol)-nya. Alamat tersebut merupakan kombinasi dari empat nomor-nomor antara 0 dan 255. Begitulah cara kita mengartikannya. Sebenarnya, alamat IP dibentuk dengan 32 bit (satu dan nol). Mari kita lihat sebuah contoh:

Daftar Kode 3.8: Contoh alamat IP

IP Address (numbers):   192.168.0.2
IP Address (bits): 11000000 10101000 00000000 00000010
-------- -------- -------- --------
192 168 0 2

Sebuah alamat IP dimiliki oleh satu komputer khusus dalam sebuah jaringan (semua komputer yang dapat anda akses memiliki satu alamat IP khusus). Untuk membedakan antara komputer dalam sebuah jaringan dan komputer di luar jaringan, alamat IP dibagi menjadi dua bagian: bagian jaringan dan bagian host.

Pemisahan ini ditulis dengan netmask, yaitu kumpulan angka-angka satu yang diikuti oleh angka-angka nol. Bagian dari alamat IP yang ditutupi oleh angka-angka satu merupakan bagian jaringan, sedangkan sisanya merupakan bagian host. Seperti biasa, netmask dapat ditulis sebagai alamat IP.

Daftar Kode 3.9: Contoh pemisahan jaringan/host

IP-address:    192      168      0         2
11000000 10101000 00000000 00000010
Netmask: 11111111 11111111 11111111 00000000
255 255 255 0
+--------------------------+--------+
Network Host

Dengan kata lain, 192.168.0.14 masih merupakan bagian dari jaringan contoh kita, tetapi 192.168.1.2 bukan.

Alamat broadcast merupakan alamat IP dengan bagian jaringannya sama dengan jaringan anda, tetapi hanya angka-angka satu pada bagian host-nya. Setiap komputer di jaringan memperhatikan alamat IP ini. Alamat ini digunakan hanya untuk mem-broadcast paket.

Daftar Kode 3.10: Alamat broadcast

IP-address:    192      168      0         2
11000000 10101000 00000000 00000010
Broadcast: 11000000 10101000 00000000 11111111
192 168 0 255
+--------------------------+--------+
Network Host

Untuk dapat menjelajahi internet, anda harus mengetahui komputer mana yang membagi koneksi internet. Komputer ini dikenal sebagai gateway. Karena gateway merupakan komputer biasa juga, gateway juga memiliki sebuah alamat IP (mis. 192.168.0.1).

Sebelumnya, kami telah menjelaskan bahwa setiap komputer memiliki alamat IP khusus. Untuk mengakses komputer ini dengan namanya (bukan alamat IP), anda memerlukan sebuah layanan yang menerjemahkan nama (mis. dev.gentoo.org) ke alamat IP-nya (mis. 64.5.62.82). Layanan tersebut adalah "name service". Untuk menggunakannya, anda harus menentukan nameserver yang anda gunakan di file /etc/resolv.conf.

Pada beberapa kasus, gateway anda juga bertindak sebagai nameserver. Jika tidak, anda perlu mencantumkan nameserver yang disediakan oleh ISP anda.

Sebagai rangkuman, anda memerlukan informasi-informasi berikut sebelum melanjutkan:

Informasi Jaringan Contoh
Alamat IP anda 192.168.0.2
Netmask 255.255.255.0
Broadcast 192.168.0.255
Gateway 192.168.0.1
Nameserver 195.130.130.5, 195.130.130.133

Menggunakan ifconfig dan route

Untuk menyiapkan jaringan, anda harus menjalankan tiga langkah berikut. Pertama, kita menetapkan sebuah alamat IP untuk komputer kita dengan perintah ifconfig. Kemudian, kita atur routing ke gateway dengan perintah route. Dan terakhir, kita akan mencantumkan alamat IP nameserver di file /etc/resolv.conf.

Untuk menetapkan sebuah alamat IP, anda memerlukan alamat IP anda, alamat broadcast dan netmask, lalu jalankan perintah berikut, jangan lupa gantikan ${IP_ADDR} dengan alamat IP anda, ${BROADCAST} dengan alamat broadcast anda dan ${NETMASK} dengan netmask anda:

Daftar Kode 3.11: Menggunakan ifconfig

# ifconfig eth0 ${IP_ADDR} broadcast ${BROADCAST} netmask ${NETMASK} up

Sekarang, atur routing dengan perintah route. Gantikan ${GATEWAY} dengan alamat IP gateway anda:

Daftar Kode 3.12: Menggunakan route

# route add default gw ${GATEWAY}

Selanjutnya, buka file /etc/resolv.conf dengan editor kesukaan anda (pada contoh kita, nano):

Daftar Kode 3.13: Menciptakan /etc/resolv.conf

# nano -w /etc/resolv.conf

Sekarang, isi nameserver-nameserver anda seperti pada contoh berikut. Jangan lupa untuk mengganti ${NAMESERVER1} dan ${NAMESERVER2} dengan alamat nameserver yang tepat:

Daftar Kode 3.14: Contoh /etc/resolv.conf

nameserver ${NAMESERVER1}
nameserver ${NAMESERVER2}

Ya, itu saja. Sekarang cobalah jaringan anda dengan melakukan ping ke beberapa server internet (mis. Google). Jika berhasil, selamat! Anda sekarang sudah siap untuk menginstal Gentoo. Lanjutkan ke Mempersiapkan Disk.

Konfigurasi Jaringan (Internet)

Deteksi Otomatis Jaringan

Mungkin telah berfungsi?

Jika sistem anda terhubung ke jaringan melalui server DHCP, kemungkinan besar konfigurasi jaringan anda sudah diatur secara otomatis. Jika benar, maka anda seharusnya sudah bisa menggunakan berbagai perintah jaringan pada CD Instalasi seperti ssh, scp, ping, irssi, wget, links, dll.

Jika jaringan anda sudah berfungsi, maka perintah /sbin/ifconfig akan menampilkan beberapa intarface jaringan selain lo, seperti eth0:

Daftar Kode 1.1: /sbin/ifconfig untuk konfigurasi jaringan yang sudah siap

# /sbin/ifconfig
(...)
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:50:BA:8F:61:7A
inet addr:192.168.0.2 Bcast:192.168.0.255 Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::50:ba8f:617a/10 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:1498792 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:1284980 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:1984 txqueuelen:100
RX bytes:485691215 (463.1 Mb) TX bytes:123951388 (118.2 Mb)
Interrupt:11 Base address:0xe800

Opsional: Konfigurasi proxy

Jika anda mengakses internet melalui proxy, anda mungkin perlu mengatur proxy tersebut sewaktu instalasi. Untuk menggunakan proxy, anda dapat dengan mudah menggunakan variabel yang berisi informasi server proxy tersebut.

Pada kebanyakan kasus, anda hanya perlu mengatur variabel dengan menggunakan nama server tersebut. Sebagai contoh, kami menganggap proxy anda adalah proxy.gentoo.org dengan port 8080.

Daftar Kode 1.2: Menentukan server proxy

(Jika proxy tersebut membatasi koneksi HTTP)
# export http_proxy="http://proxy.gentoo.org:8080"
(Jika proxy tersebut membatasi koneksi FTP)
# export ftp_proxy="ftp://proxy.gentoo.org:8080"
(Jika proxy tersebut membatasi koneksi RSYNC)
# export RSYNC_PROXY="proxy.gentoo.org:8080"

Jika proxy anda memerlukan username dan password, anda harus menggunakan sintaks berikut ketika mengatur variabel proxy:

Daftar Kode 1.3: Menambahkan username/password pada variabel proxy

http://username:password@proxy.gentoo.org:8080

Pengujian koneksi jaringan

Anda mungkin ingin mencoba ping ke server DNS ISP anda (dapat ditemukan di /etc/resolv.conf) dan salah satu website pilihan anda, untuk memastikan apakah paket-paket yang dikirimkan sudah dapat mencapai jaringan (internet) atau belum, penerjemahan nama DNS sudah berfungsi, dll.

Daftar Kode 1.4: Menguji koneksi jaringan

# ping -c 3 www.gentoo.org

Jika anda sudah bisa menggunakan jaringan anda, anda dapat melewati sisa dari seksi ini dan melanjutkan dengan Mempersiapkan Disk. Jika tidak, maka lanjutkan.

3.b. Konfigurasi jaringan secara otomatis

Jika koneksi jaringan anda tidak dapat langsung berfungsi, pada beberapa media instalasi, anda dapat menggunakan net-setup (untuk jaringan biasa atau wireless), ppoe-setup (untuk pengguna ADSL) atau pptp (untuk pengguna PPTP - hanya tersedia untuk x86, amd64, alpha, ppc dan ppc64).

Jika media instalasi yang anda gunakan tidak memiliki utilitas-utilitas tersebut, atau jaringan anda masih belum berfungsi, lanjutkan ke Konfigurasi jaringan secara manual.

Default: Menggunakan net-setup

Cara paling mudah untuk menyiapkan koneksi jaringan anda jika belum diatur secara otomatis adalah dengan menjalankan skrip net-setup:

Daftar Kode 2.1: Menjalankan skrip net-setup

# net-setup eth0

net-setup akan menanyakan beberapa pertanyaan tentang lingkungan jaringan anda. Setelah selesai, anda seharusnya akan memiliki koneksi jaringan yang berfungsi. Tes koneksi jaringan anda seperti dijelaskan di atas. Jika koneksi jaringan anda telah berfungsi, selamat! Anda sekarang telah siap untuk menginstal Gentoo. Lewati sisa dari seksi ini dan lanjutkan dengan Mempersiapkan Disk.

Jika koneksi jaringan anda masih belum berfungsi, lanjutkan dengan Konfigurasi jaringan secara manual.

Alternatif: Menggunakan PPP

Jika anda menggunakan PPPoE untuk melakukan koneksi ke internet, CD Instalasi (semua versi) telah mempermudah konfigurasi jaringan anda dengan mengikutsertakan utilitas ppp. Gunakan skrip ppoe-setup yang tersedia untuk mengkonfigurasi jaringan anda. Anda akan ditanyakan tentang kartu jaringan yang terhubung ke modem adsl anda, username dan password anda, IP dari server DNS anda, dan apakah anda memerlukan firewall dasar atau tidak.

Daftar Kode 2.2: Menggunakan ppp

# ppoe-setup
# ppoe-start

Jika masih belum berfungsi, periksa lagi apakah anda sudah username dan password yang anda cantumkan sudah benar, dengan memeriksa file /etc/ppp/pap-secrets atau /etc/ppp/chap-secrets, dan pastikan bahwa anda menggunakan kartu jaringan yang tepat. Jika kartu jaringan anda tidak ditemukan, anda harus memuat modulnya anda secara manual. Untuk mengetahui caranya, anda harus melanjutkan dengan Konfigurasi jaringan secara manual yang menjelaskan cara memuat modul untuk kartu jaringan anda.

Jika semua berjalan lancar, lanjutkan dengan Mempersiapkan Disk.

Alternatif: Menggunakan PPTP

Jika anda memerlukan dukungan PPTP, anda dapat menggunakan utilitas pptpclient yang disediakan di CD Instalasi. Tetapi, sebelumnya anda harus memastikan dahulu bahwa konfigurasi anda sudah benar. Edit file /etc/ppp/pap-secrets atau /etc/ppp/chap-secrets agar berisi kombinasi username/password anda yang benar:

Daftar Kode 2.3: Edit file /etc/ppp/chap-secrets

# nano -w /etc/ppp/chap-secrets

Lalu, ubah file /etc/ppp/options.pptp seperlunya:

Daftar Kode 2.4: Edit file /etc/ppp/options.pptp

# nano -w /etc/ppp/options.pptp

Setelah semuanya selesai, jalankan perintah pptp (diikuti dengan opsi-opsi yang tidak dapat anda tetapkan di options.pptp) untuk melakukan koneksi ke server:

Daftar Kode 2.5: Koneksi ke server dial-in

# pptp 

Sekarang, lanjutkan dengan Mempersiapkan Disk.

Konfigurasi Kartu Jaringan di Linux

Langkah-langkah untuk mengkonfigurasi kartu jaringan komputer di Linux, edit file /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0, sebagai berikut:

1. # vi /etc/syconfig/network-scripts/ifcfg-eth0
2. Tekan tombol Esc + i
DEVICE=eth0
BOOTPROTO=static
BROADCAST=192.168.0.255
IPADDR=192.168.0.1
NETMASK=255.255.255.0
NETWORK=192.168.0.0
ONBOOT=yes
3. Tekan tombol Esc
4. Tekan tombol Shift + :
5. Tekan wq
6. # more /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0

Konfigurasi Sistem Jaringan Linux

Jaringan komputer adalah kumpulan sejumlah komputer yang saling terhubung untuk dapat saling berkomunikasi dalam bentuk sharing data, chating, browsing dan lainya. Artikel kali ini akan membahas tentang sistem jaringan pada mesin Linux. Sistem Linux mempunyai kemampuan untuk administrasi sistem jaringan dengan berbasis GUI dan berbasis Text. Tutorial kali ini membahas administrasi sistem jaringan pada mesin Linux berbasis Text yakni dengan menggunakan sistem console atau shell linux yang mempunyai kemiripan dengan comment prompt atau dos prompt pada mesin windows.
A. Mendeteksi Kondisi Kartu Jaringan (NIC)
1. Memeriksa keberdaan kartu jaringan
Saat pc melakukan booting, mesin linux akan melakukan pendeteksian semua perangkat keras yang terpasang untuk melakukan pengecekan ulang, termasuk juga kartu jaringan. Jika muncul pesan eth0 bernilai [OK] maka kertu jaringan bisa digunakan, tapi jika pesannya adalah eth0 bernilai [FAILED] maka kartu jaringan perlu dilakukan instalasi ulang atau upgrade.

2. Memeriksa kartu jaringan dengan perintah, #modprobe [nama kartu jaringannnya]
[root @ sambaserver root ]# modprobe rtl8139 => jika [OK] maka bisa dipakai.
B. Memasang IP Address melalui konsole atau shell linux
1. Melihat kondisi settingan kartu jaringan dengan perintah ifconfig
[root @ sambaserver root ]# ifconfig
:>> informasi yang muncul berupa Ipaddress yang ada
2. Jika IP address belum ada, maka pengisian IP address dengan perintah ifconfig sbb :
[root @ sambaserver root ]# ifconfig eth0 [no IP adrress] netmask [nonetmask/subnetmask] broadcast [no pancaran]
3. Memasang IP address pada alamat eth0
[root @ sambaserver root ]# ifconfig eth0 192.168.1.200 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.1.255
4. Memeriksa konfigurasi IP address
[root @ sambaserver root ]# ifconfig eth0 => (hanya alamat pada eth0}
# ifconfig => (informasi alamat yang lengkap)
5. Menonaktifkan kartu jaringan pada eth0 (disable)
[root @ sambaserver root ]# ifconfig eth0 down
6. Mengaktifkan kembali kartu jaringan pada eth0 (activated)
[root @ sambaserver root ]# ifconfig eth0 up
7. Daemon yang digunakan pada jaringan
Daemon yaitu program untuk menangani system jaringan. Linux memiliki daemon yang bernam network yang berada dalam direktori = /etc/rc.d/init.d/network
Sintak untuk mengaktifkan daemon jaringan adalah sbb:
# /etc/rc.d/init.d/network {start | stop | restart | reload | status }
8. Menjalankan Daemon jaringan
[root @ sambaserver root ]#/etc/rc.d/init.d/network start
jika muncul pesan [OK] maka konfigurasi berhasil dan daemon dah aktif.
9. Menjalankan kembali daemon jaringan
[root @ sambaserver root ]# /etc/rc.d/init.d/network restart
10. Mematikan daemon jaringan
[root @ sambaserver root ]# /etc/rc/d/init.d/ network stop
C. Membuat file untuk konfigurasi IP address
Proses intalasi / setting IP tersebut diatas sifatnya hanya sementara, artinya jika komputer dimatikan atau restart maka saat hidup lagi settingan IP sudah hilang. Maka settingan IP addres sebaiknya dilakukan saat instalasi linux pertama kali.
Namun demikian ada cara lain, agar settingan IP address tidak hilang yaitu dengan membuat file konfigurasi tersendiri yang akan mengkonfigurasi saat Pc booting. Caranya adalah sbb :
1. saat login kedalam mesin linux, maka masuklah dengan user root sebagai super user/administrator. Namun jika sudah terlanjur dengan user biasa, bisa login ulang dengan perintah $ su
[user @ sambaserver user ] $ su {user bisa}
password : * * * * * {sebagi user root}
[root @ sambaserver root ]#
2. Buat file konfigurasi jaringan pada rc.local yang berada di direktori /etc/init.d, yang berupa file local yang akan dijalankan setiap kali PC booting.
3. buka file tersebut dengan editor vi, dengan perintah sbb :
[root @ sambaserver root ]# vi /etc/init.d/rc.local
lalu tambahkan baris berikut, dengan mengawalinya menekan huruf [I] = :
/sbin/modprobe rtl8139 => aktifkan kartu jaringannya
/sbin/ifconfig eth0 192.168.1.200 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.1.255
=> setting ip addressnya
/sbin/ifconfig lo 127.0.0.1 => aktifkan ip addres mesin local
/sbin/ifconfig eth0 up = > aktifkan eth0 yang sudah berisi ip address
/sbin/ifconfig lo up => aktifkan lo yang sudah berisi ip addres local
4. Simpan file rc.local tersebut dengan cara menekan [esq], lalu tombol [shift] + [:] dilanjutkan tekan huruf [w] dan [q] lalu [enter].
Demikian Tutorial kali ini. Mohon maaf jika masih ada kekurangan.

KOMPUTER ANDA SERING REBOOT SENDIRI?

Umum apa saja
Mungkin salah satu penyebabnya adalah Rootkit yang dibuat oleh sebuah perusahaan gaming software Starforce (http://www.star-force.com). Apakah itu Rootkit? Itu adalah driver yang salah satu gunanya adalah untuk menghindari pembajakan software. Idenya bagus, cuma implementasinya yang babak belur merugikan semua pihak, bahkan merugikan user pembeli software yang resmi (legitimate user). Mengapa? karena Rootkit akan meng-install driver pada tingkat paling tinggi didalam system (ring0). Pada level ini, si driver akan selalu loaded dan running, tidak perduli apakah anda sedang menjalankan software gaming yang di protect tersebut atau tidak. Akibatnya, si driver mempunyai kekuasaan untuk melakukan apa saja terhadap system anda, karena dia berjalan dibawah wewenang paling tinggi sebagai seorang administrator. Ini berbahaya sekali.
Contohnya, apabila si driver mendeteksi suatu aktifitas yang diperkirakan akan melakukan copy dari software yang sedang di protect, maka dia akan membuat komputer anda reboot sendiri. Sudah banyak dilaporkan bahwa dia sangat merugikan. Bukan reboot dengan cara baik-baik, tetapi reboot mendadak sehingga pekerjaan yang sedang kita lakukan hilang begitu saja. Bayangkan suatu situasi dimana anda sedang mengetik dokumen penting dan sulit seperti skripsi yang panjang. Supaya nyaman, anda ingin mengetik sambil mendengarkan lagu-lagu. Pada waktu memainkan CD musik dengan Winamp, tiba-tiba... BOOM!
Driver Starforce akan membatasi akses kepadanya (ciri-ciri Rootkit), dan telah dilaporkan driver ini memperlambat system. Jadi sebaiknya kita hapus saja dari system kita.
Banyak para PC gamers telah bergabung untuk memboikot Starforce dan setuju untuk tidak membeli PC games, yang menggunakan driver Starforce sebagai metoda perlindungan terhadap pembajakan.
Daftar dari Software yang menggunakan driver Starforce dapat dilihat DISINI

Bagaimana cara deteksinya?
  1. Klik kanan di My Computer, pilih Properties dan Hardware tab. Klik di "Device Manager.
  2. Pada window device manager, klik tab View and pilih "Show Hidden Devices".
  3. Apabila driver Starforce ter-install, ada tiga driver Starforce yang berada pada "Non-plug and play drivers".
  4. Sekarang waktunya untuk menghapus driver tersebut






Bagaimana cara menghapusnya?
  1. Device removal
    • Buka Device Manager dan tampilkan "Non-plug and play drivers". Akan ada tiga Starforce driver.
    • Pilih yang pertama dan klik kanan: Uninstall -> Are you sure -> YES -> Do you wish to restart -> No.
    • Pilih yang kedua dan klik kanan: Uninstall -> Are you sure -> YES -> Do you wish to restart -> No.
    • Pilih yang ketiga (terakhir) dan klik kanan: Uninstall -> Are you sure -> YES -> Do you wish to restart -> YES.
    • *komputer akan restart*

  2. File removal
    Buka window Search (F3) dan temukan files berikut pada drive mana saja:
    sfsync*.sys
    sfhlp*.sys
    sfdrv*.sys
    Apabila ketemu, hapus saja.


  3. Registry cleanup
    Buka window registry (Start -> Run -> Regedit) dan temukan apa saja yang mengandung:
    sfsync
    sfhlp
    sfdrv
    Apabila anda tidak diperkenankan untuk menghapusnya, klik kanan, klik permissions, kemudian pilih "full control". Anda kemudian akan dapat menghapusnya dari registry.
    Hapus saja semua yang mengandung kata-kata tersebut, apabila ditemukan di KEYS, VALUES dan DATA.

Local Area Network

Local area network memberikan fungsi pengiriman data melalui berbagai jenis jaringan fisik. Local area network beroperasi pada layer 1 (layer physical) dan 2 (layer data link) dalam model referensi OSI yang bekerja secara sinergi untuk melaksanakan tugas terbentuknya komunikasi data dengan design yang bagus dari environment jaringan anda. Untuk lebih jelasnya masalah referensi model OSI ini anda bisa baca lebih detil di artikel saya yang lain masalah model referensi OSI.

Local area network (LAN) terdiri dari komputer, network interface card (NIC), networking medium, piranti pengendali traffic jaringan, dan piranti peripheral jaringan lainnya. LAN memungginkan suatu kantor bisnis yang menggunakan technology komputer untuk berbagi secara efficient seperti files, printer, dan memungkinkan komunikasi informasi seperti E-mail, telephone VoIP, Skype, dan lain-2.

Local Area Network didesign untuk melakukan berikut ini:

  • Beroperasi dalam batasan area geografi
  • Memungkinkan semua user untuk mengakses media bandwidth lebar
  • Memberikan konektifitas full-time kepada layanan local
  • Menghubungkan piranti-2 yang berdekatan sebatas media kabel / wireless

Local area network terdiri dari infrastrucktur jaringan kecepatan tinggi di satu lokasi tunggal yang dipakai untuk mengirimkan data applikasi dan layanan data lainnya. Technology local area network yang dipakai secara luas adalah teknologi Ethernet dikarenakan murahnya budget yang dipakai; gampang digunakan dan mudah dalam perawatan serta kemampuannya untuk naik ke skala jaringan berkecepatan Gigabit.

Apa saja piranti jaringan yang dipakai pada infrastruktur jaringan local area network? piranti jaringan yang beroperasi pada layer 2 Data Link adalah Bridge; Switch dan ATM switch. Switch merupakan piranti switching yang murni bekerja pada layer 2 yang memungkinkan penggunaan bandwidth Ethernet lebih effisien. Piranti switch ini bisa melokalisasi dampak dari collision (tabrakan) data maupun contention data (data yang saling berebut jalan – yang saling salip dijalanan dua arah) dalam suatu jaringan. Hal ini bisa dicapai dengan cara mempelajari alamat piranti (MAC address) secara dinamis dalam local area network dan hanya menyampaikan datagram ke alamat piranti yang berhak menerima saja – sesuai alamat penerima kalau dalam surat tertulis. Bagaimana dengan Bridge? Bridge merupakan definisi aslinya dari fungsi yang bisa dilakukan oleh switch. Sementara ATM switch merupakan piranti ATM yang mempunyai kemampuan fungsi switch. Semenetara piranti local area network yang beroperasi pada layer 1 adalah Hub atau concentrator atau repeater.

Apa saja Design local area network yang umum?

LAN Diagram - small size

LAN Diagram - small size

Gambar diatas ini adalah diagram local area network dengan skala kecil yang hanya terdiri beberapa komputer sebagai client dari sebuah server data yang juga berfungsi sebagai print server; Wins ataupun bahkan sebagai DNS juga. Local area network ukuran sederhana ini biasa diapakai dalam SOHO – small office home office.

LAN Diagram - medium size

LAN Diagram - medium size

Gambar diatas ini merupakan local area network dengan ukuran medium yang bisa terdiri dari 3 atau lebih switch yang terpasang pada satu atau beberapa jaringan antar gedung. Kita lihat bahwa tidak diterapkan system redundancy dalam skala jaringan menengah ini.

LAN Diagram - large size

LAN Diagram - large size

Local area network yang jauh lebih rumit bisa diihat dari diagram diatas yang merupakan local area network skala besar dimana switch-2 tersebut diconfigurasi sedemikian rupa dalam suatu jaringan dengan system redundancy dengan mengaktifkan semua protocol spanning tree pada switch-2 tersebut begitu juga manual tuning dari semua switch.

Kenapa tidak ada satupun hub dalam ketiga bentuk rangkaian local area network diatas? Hub sudah tidak lagi popular sekarang ini, tapi yang lebih penting lagi adalah alasan bahwa hub merupakan piranti jaringan yang sudah kuno bahkan yang paling cerdas sekalipun tidak bisa menggunakan bandwidth local area network secara effisien. Sebab hub yang berfungsi sebagai repeater banyak port membagi bandwidth yang terbatas secara bersama-sama diantara semua piranti yang terhubung, dan membentuk satu collision domain dan satu broadcast domain – pokoknya tumplek bleg dalam satu bandwidth rame-rame. Hal seperti inilah yang pada akhirnya menimbulkan banyaknya data collision (tabrakan data), timeout pada terminal dan juga banyaknya transmisi data ulang.

Oleh karena itu maka semua local area network sudah seharusnya memakai switch yang bakal meningkatkan jauh lebih tinggi aliran jaringan Ethernet dan jauh mengurangi data collision pada local area network. untuk itu, yang berikut ini adalah standard yang direkomendasikan oleh switch yang dipakai dalam local area network.

1. Untuk koneksi desktop computer gunakan switch minimum berkecepatan 100Mbps.

2. Gunakan switch berkecepatan 1 Gigabit untuk koneksi server atau koneksi antar switch (uplinks).

3. Switch harus mendukung command line untuk utilitas Telnet; yaitu management berbasis snmp.

4. Mendukung protocol spanning tree.

5. Mendukung Virtual LAN (VLAN).

6. Mendukung tuning protocol STP per VLAN.

7. Mendukung teknologi aggregation

VLAN bisa membuat jaringan bisa di buat segmentasi dengan mudah untuk alasan managemen ataupun alasan keamanan. VLAN juga memungkinkan LAN densitas tinggi dibangun menggunakan hardware switch yang sama. Beberapa switch dapat juga saling menghubungkan antar VLAN secara transparan dengan mengunakan protocol VLAN trunking.

VLAN Segmentasi jaringan

VLAN Segmentasi jaringan

Pada diagram sederhana diatas ini, local area network di segmentasi menggunakan switch yang mendukung VLAN. Pada scenario kita sebelumnya, local area network pada departemen Geologi; Akunting dan Workshop disegmen dengan menggunakan VLAN.

Baca artikel tentang Wide area network juga, dan berikut teknologi WAN.

Salam,